Bursa Saham Wall Street Kembali Berakhir Mixed!
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa Saham Wall Street kembali berakhir mixed pada penutupan perdagangan Rabu (25/1/2023) waktu setempat. Bervariasinya akhir perdagangan Bursa Saham Amerika Serikat (AS) it...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa Saham Wall Street kembali berakhir mixed pada penutupan perdagangan Rabu (25/1/2023) waktu setempat. Bervariasinya akhir perdagangan Bursa Saham Amerika Serikat (AS) itu antara lain dipicu oleh pengumuman Microsoft terkait target Perseroan yang dinilai kurang optimistis. Sehingga, hal tersebut memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan Perseroan. Tak pelak,harga sahamnya sedikit turun.
Malam ini, AS akan menyampaikan tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal empat 2022 secara quartal to quartal (qoq). Kanada menaikkan suku bunga 25 bp menjadi 4,5%, sesuai dengan perkiraan. Bursa Eropa ditutup melemah.
Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, Amerika Serikat ditutup datar dengan kenaikan hanya 9,88 poin menjadi 33.743,84. Kondisi serupa terjadi pada indeks S&P 500 yang turun tipis 20,92 poin (0,18%) menjadi 11.313,36.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...