Emas Dunia Naik Tajam! Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan Suku Bunga Bikin Harga Meroket!
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas mengalami lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (10/12/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (11/12/2024) WIB, dan mencapai level tertinggi dalam dua...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas mengalami lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (10/12/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (11/12/2024) WIB, dan mencapai level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Kenaikan ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga minggu depan.
Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 1,3% menjadi US$2.692,32 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga tercatat menguat 1,2% dan ditutup di angka US$2.718,40.
Peter Grant, Wakil Presiden Zaner Metals, mengatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah membuat banyak investor beralih ke emas sebagai aset aman. "Selain itu, perhatian juga tertuju pada pelonggaran kebijakan moneter global. Kita akan melihat pemotongan suku bunga dari Bank of Canada, ECB, dan SNB minggu ini, dan kemungkinan besar The Fed juga akan menurunkan suku bunga minggu depan," ujarnya.
Pasar kini sedang menunggu data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada Rabu (11/12). Survei Reuters memperkirakan CPI akan naik 0,3% pada November. Data ini sangat penting karena dapat memengaruhi keputusan The Fed mengenai suku bunga.
Fawad Razaqzada, analis pasar di Forex.com, menilai bahwa meskipun data CPI diperkirakan tidak akan berdampak besar pada emas, jika hasilnya lebih tinggi dari yang diperkirakan, kemungkinan pemotongan suku bunga pada awal 2025 akan berkurang.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten