Harga Emas Dunia Tergelincir 1,1%, Ini Penyebabnya!
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) โ Harga emas dunia anjlok lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (1/5/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (2/5/2026) WIB. Pelemahan ini membawa emas menuju kerugian mingguan d...
Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh level dua kali lipat lebih tinggi dari awal tahun. Lonjakan harga bahan bakar ini memicu ketakutan akan perlambatan ekonomi global dan tingginya inflasi.
Inflasi AS tercatat mengalami akselerasi pada bulan Maret lalu. Perang yang mengerek harga bensin menjadi penyebab utamanya. Situasi ini memperkuat ekspektasi The Fed akan menahan suku bunga hingga tahun depan.
Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) juga mempertahankan suku bunga mereka pada hari Kamis. Keputusan ini sejalan dengan langkah The Fed dan Bank of Japan pada awal pekan ini.
Emas secara tradisional dianggap sebagai pelindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan inflasi. Namun, logam kuning ini bisa tertekan di lingkungan suku bunga tinggi karena kehilangan daya tariknya dibanding aset berbunga seperti Obligasi AS.
Meski demikian, Staunovo meyakini UBS tetap memiliki pandangan konstruktif untuk enam hingga 12 bulan ke depan.
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...