Harga Emas Melemah akibat Dolar Kuat dan Sikap Trump soal Tarif
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia turun pada penutupan perdagangan Senin (24/3/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (25/3/2025) WIB, Penurunan harga logam mulia ini terjadi akibat tertekan o...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia turun pada penutupan perdagangan Senin (24/3/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (25/3/2025) WIB, Penurunan harga logam mulia ini terjadi akibat tertekan oleh penguatan dolar AS dan sikap Presiden AS Donald Trump yang lebih hati-hati terhadap kebijakan tarif.
Mengutip CNBC International, harga emas di pasar spot melemah 0,6% menjadi US$3.006,84 per ons. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup turun 0,2% di US$3.015,60 per ons.
"Kita telah mencetak rekor demi rekor, dan sekarang pasar sedang melakukan konsolidasi. Penguatan dolar AS turut memperkuat tren ini," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.
Sepanjang tahun ini, emas telah mencapai rekor tertinggi sebanyak 16 kali. Pekan lalu, harga emas bahkan menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$3.057,21 per ons.
Dolar AS menguat 0,2% ke level tertinggi dalam lebih dari dua minggu terakhir. Kenaikan ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten