Harga Minyak Turun, Kekhawatiran Ekonomi AS Lebih Besar dari Pemangkasan Bunga The Fed

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (18/9/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (19/9/2025) WIB. Ini karena investor lebih fokus pada risiko...

Harga Minyak Turun, Kekhawatiran Ekonomi AS Lebih Besar dari Pemangkasan Bunga The Fed
Bacakan Artikel

Meski klaim tunjangan pengangguran di AS menurun pekan lalu, pasar tenaga kerja tetap melemah. Pembangunan rumah keluarga tunggal anjlok ke level terendah dalam 2,5 tahun pada Agustus akibat stok rumah baru yang menumpuk. Kondisi ini diperkirakan akan menjadi hambatan ekonomi pada kuartal berjalan.

Pasokan berlebih dan lemahnya permintaan bahan bakar di AS juga menekan harga. Badan Informasi Energi AS melaporkan stok minyak mentah turun tajam pekan lalu karena impor bersih anjlok ke rekor terendah, sementara ekspor melonjak mendekati level tertinggi dua tahun.

Namun, stok distilat justru naik 4 juta barel, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 1 juta barel. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait lemahnya permintaan di negara konsumen minyak terbesar dunia itu.

Di Rusia, Kementerian Keuangan mengumumkan langkah baru untuk melindungi anggaran negara dari fluktuasi harga minyak dan sanksi Barat. Di sisi lain, Ukraina mengklaim serangan drone berhasil menghantam kilang minyak besar dan kompleks petrokimia di Rusia, bagian dari kampanye untuk mengganggu sektor energi Moskow.

CEO Exxon Mobil, Darren Woods, dalam wawancara dengan Financial Times menegaskan perusahaannya tidak berencana melanjutkan operasi di Rusia. Kondisi ini berpotensi mendukung harga karena pasokan minyak Rusia yang keluar ke pasar global berkurang.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: