IHSG Berpotensi Koreksi, Intip 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas Hari Ini! Ada INDY dan MEDC
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan kembali mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Pergerakan indeks hari ini akan me...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan kembali mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Pergerakan indeks hari ini akan menguji kekuatan level support setelah pada sesi sebelumnya hanya mencatat penguatan terbatas.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFPยฎ, menilai tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat meski sempat ditutup di zona hijau.
โIHSG berpotensi kembali koreksi hari ini,โ ujar Fanny dalam risetnya.
Pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026), IHSG berada di level 6.971 atau naik tipis 0,22% dibandingkan hari sebelumnya. Sepanjang sesi, indeks sempat bergerak volatil di kisaran 6.989 hingga 7.070.
Penguatan tersebut ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BBRI, dan BREN. Namun demikian, tekanan dari aksi jual bersih (net sell) investor asing masih membayangi pasar dengan nilai mencapai sekitar Rp791 miliar.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...