ISEAI: Prabowo Akhiri Era ‘Bakar Uang’ Ojol, Negara Perkuat Kendali Lewat Danantara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Lanskap ekonomi digital Indonesia tengah mengalami pergeseran besar. Pendekatan pasar bebas mulai ditinggalkan dan bergeser ke arah intervensi negara yang lebih proteksionis...

ISEAI: Prabowo Akhiri Era ‘Bakar Uang’ Ojol, Negara Perkuat Kendali Lewat Danantara
Bacakan Artikel

Keterlibatan Danantara

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memegang peran krusial. Lembaga ini terlibat langsung dalam instruksi Presiden Prabowo. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan keterlibatan lembaga tersebut.

"Danantara telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojol untuk memastikan kebijakan potongan 8% dapat diimplementasikan," kata Sufmi Dasco Ahmad.

Catatan transaksi detail di pasar sekunder belum muncul sepenuhnya. Laporan kepemilikan di atas 5% belum terlihat di BEI atau KSEI. Danantara mungkin masuk melalui skema negosiasi privat. Mereka juga diprediksi menggunakan kepemilikan di bawah ambang batas pelaporan wajib.

Tujuan utama masuknya Danantara adalah mendapatkan kontrol kebijakan. Mereka mengincar posisi di tingkat dewan direksi atau komisaris. Analis internasional membahas intensif pemberian Golden Share atau saham emas kepada Danantara.

Instrumen ini memberikan hak veto kepada pemerintah. Pemerintah bisa menentukan tarif, skema komisi, dan kebijakan kesejahteraan pengemudi. Hak ini didapat tanpa harus menjadi pemegang saham mayoritas.

Masuknya Danantara ke struktur pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memicu spekulasi. Hal yang sama berlaku pada potensi keterlibatan di Grab. Kabar merger antara kedua raksasa tersebut kembali menguat.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: