Koka Indonesia (KOKA) Raih Kontrak Konstruksi Senilai Rp31,29 Miliar
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) berhasil memperoleh kontrak dari PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) untuk proyek Silo penyimpanan alumina senilai Rp31,29 miliar. Sekretaris P...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) berhasil memperoleh kontrak dari PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) untuk proyek Silo penyimpanan alumina senilai Rp31,29 miliar.
Sekretaris Perusahaan KOKA Muhammad Fikri Adzykiya, dalam laporan keterbukaan informasi ke BEI, Rabu 6 Mei 2026 mengatakan, kontrak yang ditandatangani KOKA dan KAI pada 5 Mei 2026 tersebut untuk jangka waktu pekerjaan selama 181 hari. Kontrak tersebut sehubungan dengan pekerjaan konstruksi dan instalasi pada proyek Silo penyimpanan alumina.
“Perolehan kontrak dari Kalimantan Aluminium Industry (KAI) akan berdampak positif terhadap keuangan Perseroan karena akan meningkatkan pendapatan dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan,” tulis Fikri dalam laporannya. Dia menambahkan PT Aluminium Industry (KAI) tidak terafiliasi dengan Perseroan.
Dari sisi keuangan, Koka Indonesia (KOKA) mencatat kerugian bersih sebesar Rp26,20 miliar pada 2025. Pada periode sama tahun 2024, Perseroan meraih laba sebesar Rp8,50 miliar. Sedangkan penjualan bersih KOKA anjlok sebesar 43,95% menjadi Rp37,49 miliar pada 2025, dari Rp66,73 miliar pada tahun 2024.
Per Desember 2025, KOKA memiliki total aset sebesar Rp184,25 miliar, turun 15,45% dari Rp217,94 miliar per 31 Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas KOKA turun menjadi Rp30,45 miliar per31 Desember 2025 dari Rp38,04 miliar.
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...