Mantan Menkeu ini Minta Pelaku Pengemplang BLBI Dikirim ke Nusakambangan!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) era Suharto Fuad Bawazier menyebut bahwa Presiden RI ke-2 tersebut marah terhadap para pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)....
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) era Suharto Fuad Bawazier menyebut bahwa Presiden RI ke-2 tersebut marah terhadap para pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Soeharto, kata Fuad, bahkan meminta para pelaku untuk dikirim ke penjara Nusakambangan.
Pengakuan mengejutkan itu disampaikan Fuad Ketika Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Panitia Khusus (Pansus) BLBI Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Selasa (20/6).
Sebelumnya, Pansus BLBI DPD mengundang Fuad Bawazier bersama Bank Central Asia (BCA) Budi Hartono dalam RDPU tersebut. Namun Budi Hartono berhalangan hadir. Melalui surat resmi yang ia kirimkan, Budi mengaku sedang berada di luar negeri. Ia juga menegaskan tidak tahu menahu soal BLBI.
Dalam rilis pers Pansus BLBI DPD, Fuad bilang agak tersentak saat mendapat undangan dari Pansus BLBI. Sebab, kata dia, hal itu merupakan persoalan lama yang ia geluti langsung saat ia masih menjabat. Namun, masalah BLBI tak kunjung selesai hingga hari ini.
โJujur saya capek melihat kasus ini kembali karena dari dahulu belum tuntas-tuntas. Saya pernah dipanggil oleh komisi IX pada tanggal 9 Februari 2000. Pada intinya dalam rapat tersebut saya menyampaikan bahwa jika tidak ada keseriusan dalam menangani kasus ini akan kandas di tengah jalan karena banyak faktor seperti politik, hukum, dan seterunya,โ kata Fuad yang menjabat sebagai Menkeu Ketika krisis ekonomi dan moneter mendera Tanah Air yakni pada medio 16 Maret โ 21 Mei 1998. Saat itu, BLBI dikucurkan untuk menalangi bank-bank yang terkena rush masyarakat.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)