FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
Untuk bisnis kopi, FORE saat ini mengoperasikan sekitar 180 gerai. Perseroan menargetkan penambahan sekitar 100 gerai setiap tahun hingga 2029, termasuk pengembangan gerai kopi dan donat.
Menurut Fahmi, kebutuhan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) rata-rata mencapai sekitar Rp2 miliar per gerai. Nilai tersebut dapat meningkat menjadi sekitar Rp2,2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk gerai donat.
"Outlet today itu 180 yang kopinya doang. Setahun simpelnya ya, buat saja nambahnya itu 100. Jadi donat plus kopi itu 100 simpelnya gitu, sampai tahun 2029. Kebutuhan CAPEX itu per toko on average itu 2 miliar," kata Fahmi.
Perseroan juga tetap memfokuskan ekspansi di Indonesia meski telah memiliki lima gerai di Singapura. Penambahan gerai di negara tersebut dilakukan secara selektif karena tingginya biaya sewa dan tenaga kerja.
"Fokusnya pun di Fore itu di Indonesia. Kalau mau buka, kita beberapa tahun ke depan itu very clear kita bukanya di Indonesia dulu," ujar Fahmi.
Selain memperluas jaringan gerai kopi, FORE juga mengembangkan bisnis donat. Tahun ini, Perseroan membangun pabrik pengolahan dough di kawasan Taman Tekno BSD dengan nilai investasi sekitar Rp15 miliar.
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...