Pinago Utama (PNGO) Bagi Dividen 14,18% dari Laba Bersih 2024, Segini per Saham
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pinago Utama Tbk (PNGO) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2024 sebesar Rp31,250 miliar (Rp40 per saham). Jumlah dividen ini 14,18% dari laba PNGO sebesar Rp22...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pinago Utama Tbk (PNGO) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2024 sebesar Rp31,250 miliar (Rp40 per saham). Jumlah dividen ini 14,18% dari laba PNGO sebesar Rp220,332 miliar pada 2024.
Menurut Herman Halim, GM Finance PNGO, dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin (26/5/2025), rencana pembagian dividen ini telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PNGO pada 22 Mei 2025.
Herman mengemukakan, penerima dividen adalah pemegang Saham (DPS) PNGO per 05 Juni 2025. Cum dan ex dividen PNGOย di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi BEI ditetapkan masing-masing pada 03 dan 04 Juni 2025, sedangkan di Pasar Tunai masing-masing pada 05 dan 10 Juni 2025. Adapun pembayaran dividen kepada pemegang saham pada 20 Juni 2025.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...