Pos Indonesia Dikabarkan Mau IPO 2025, Fokus Perkuat Kinerja Fundamental
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Rencana PT Pos Indonesia (Persero) untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) kembali mencuat. Isu ini sempat ramai diberitakan pada 2023. Saat itu, Pos Indonesia dikabark...
Pos Indonesia Bidik Kenaikan Pendapatan 15% di Tahun 2025
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pos Indonesia, Endy PR Abdurrahman menjelaskan, saat ini fokus utama perusahaan adalah memperkuat fundamental bisnis. Hal ini dilakukan agar ketika tiba waktunya, dan pemegang saham memutuskan Pos Indonesia untuk melantai di bursa, perusahaan sudah sepenuhnya siap.
โKami pastikan sekarang fundamental bisnis kita solid. Jadi, kalau pemegang saham bilang Pos Indonesia IPO, kami sudah siap,โ imbuhnya.
Manajemen Pos Indonesia menargetkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Pendapatan Perseroan diproyeksikan naik hingga 15%. Target ini didorong oleh strategi baru yang fokus pada pengembangan pasar logistik.
Menurut Endy, pada tahun 2024, perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp 6,3 triliun. Laba bersih tercatat mencapai Rp 769 miliar. "Penopang utama kinerja kami tahun lalu adalah sektor logistik dan kurir yang menyumbang hampir 70% dari total pendapatan. Jasa keuangan berkontribusi 25%, sedangkan properti menyumbang sekitar 3%," ujar Endy.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...