Pos Indonesia Dikabarkan Mau IPO 2025, Fokus Perkuat Kinerja Fundamental
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Rencana PT Pos Indonesia (Persero) untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) kembali mencuat. Isu ini sempat ramai diberitakan pada 2023. Saat itu, Pos Indonesia dikabark...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Rencana PT Pos Indonesia (Persero) untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) kembali mencuat. Isu ini sempat ramai diberitakan pada 2023. Saat itu, Pos Indonesia dikabarkan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025. Kabar tersebut muncul setelah perseroan berhasil menyelesaikan penerbitan obligasi di akhir 2022.
Saat itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pos Indonesia, Endy PR Abdurrahman, mengonfirmasi rencana tersebut. โRencananya (IPO) seperti itu. Mudah-mudahan dengan obligasi ini, perjalanan lebih baik, tata kelola semakin baik, sehingga kita bisa menjadi leader di pasar. Targetnya tentu IPO di 2025,โ ujar Endy dalam program Market Buzz Power Breakfast IDX pada Rabu (4/1/2023).
Ketika ditanya kembali soal IPO, Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, menyatakan perseroan selalu siap. Ia menegaskan, Pos Indonesia sedang memperkuat kinerja fundamental sebagai persiapan menuju IPO.
โKita siapkan fundamentalnya. Jadi, kapan pun pemegang saham bilang IPO, kita sudah siap. Makanya, kita jaga terus performa supaya kapan pun pemerintah memutuskan, kita siap,โ tegas Faizal.
Namun, hingga kini, ia menambahkan, belum ada arahan resmi dari pemerintah terkait waktu pelaksanaan IPO. โUntuk IPO belum ada arahan dari pemegang saham. Soal IPO, ini kami menunggu arahannya. Kalau arahannya bilang IPO, oke siapkan Pos Indonesiaโ tandasnya.
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...