Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memicu volatilitas transaksi saham perseroan. Penegasan tersebut disampaikan sebagai jawaban atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Rabu 5 Agustus 2026, ย Corporate Secretary PT MAIN, Andre Andreas Hendjan, menjelaskan perseroan telah memberikan penjelasan kepada BEI atas surat permintaan penjelasan mengenai volatilitas transaksi efek.
Perseroan memastikan tidak memiliki informasi material yang dapat memengaruhi nilai saham maupun keputusan investasi para investor.
"Perseroan TIDAK mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 Tentang Keterbukaan Informasi Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik."
Malindo Feedmill juga menyatakan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga efek perseroan sebagaimana diatur dalam ketentuan Bursa Efek Indonesia.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...