Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II 2026

Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
Bacakan Artikel

Kevin mengatakan, "Persaingan penghimpunan dana dan kenaikan suku bunga deposito mendorong kenaikan biaya dana. Karena itu, manajemen merevisi target NIM tahun 2026 menjadi 3,3%-3,5%."

Di tengah tekanan margin, pendapatan berbasis komisi dan layanan digital tetap menjadi penopang kinerja. Fee-based income tumbuh menjadi Rp9 triliun, didukung peningkatan pendapatan business banking, sindikasi, transaksi valuta asing, derivatif, serta biaya administrasi rekening.

Aplikasi wondr telah memiliki 15,1 juta pengguna terdaftar. Sementara BNIdirect mencatat 280 ribu pengguna dengan nilai transaksi mencapai Rp6.039 triliun dan 789 juta transaksi. Rasio efisiensi (CIR) bank juga membaik menjadi 44,6% meski beban operasional meningkat 12,6%.

Dari sisi kualitas aset, loan at risk (LaR) bank turun menjadi 8,1% dari 11% setahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (gross NPL) tetap stabil di 1,9%, sedangkan credit cost berada di 1,12%, masih sesuai target manajemen sebesar 1%-1,2%.

Namun demikian, Kiwoom mencatat kualitas kredit segmen konsumer masih perlu dicermati. Rasio NPL konsumer naik menjadi 3%, sedangkan NPL kredit pemilikan rumah mencapai 3,9% dan kartu kredit 4,3%. Coverage NPL turun menjadi 198,3%, sementara coverage LaR meningkat menjadi 47,4%.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: