PGEO Siap Garap Potensi Panas Bumi di Sumbar, Menang Seleksi Proyek Cubadak Panti
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE resmi diumumkan sebagai calon pelaksana Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) untuk wilayah panas bumi Cubadak...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE resmi diumumkan sebagai calon pelaksana Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) untuk wilayah panas bumi Cubadak Panti. Perusahaan memenangkan proses seleksi kompetitif yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
PGE berhasil unggul dengan menempati peringkat pertama. Emiten bersandi PGEO ini meraih nilai penilaian sebesar 87,01%. Selanjutnya, Perseroan akan melaksanakan berbagai ketentuan administratif sesuai aturan Pemerintah.
Wilayah PSPE Cubadak Panti berada di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat. Area ini mencakup lahan seluas 29.897 hektare. Berdasarkan data awal, wilayah tersebut diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi atau possible reserves sebesar 77 megawatts electric (MWe).
Edwil Suzandi, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, menyambut baik hasil ini. Ia mengungkapkan semangat Perseroan dalam mengembangkan potensi panas bumi nasional. Langkah ini bertujuan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
โPenugasan ini membuka peluang bagi PGE untuk menambah cadangan sumber daya panas bumi di luar potensi Wilayah Kerja Panas Bumi eksisting sebesar 3 gigawatt yang dikelola saat ini. Hal ini juga mempertegas dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam mempercepat transisi energi, mendorong dekarbonisasi nasional, serta meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi atau energy mix Indonesia,โ ujar Edwil dalam keterbukaan informasi di laman bursa, Senin 926/1/2026).
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...