PGEO Siap Garap Potensi Panas Bumi di Sumbar, Menang Seleksi Proyek Cubadak Panti
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE resmi diumumkan sebagai calon pelaksana Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) untuk wilayah panas bumi Cubadak...
Proses pemilihan ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2017. Aturan tersebut mengatur tentang Tata Cara Penugasan Survei Pendahuluan serta Eksplorasi Panas Bumi.
PGEO merupakan pionir pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Perusahaan telah memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun. Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 megawatt (MW) dari enam wilayah operasi secara mandiri.
Sejumlah proyek strategis juga tengah dikembangkan oleh Perseroan. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hululais Unit 1 & 2 berkapasitas 110 MW. Selain itu, ada proyek co-generation dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
PGEO juga mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3. Pembangkit ini memiliki kapasitas 55 MW. Target pengoperasian komersial atau commercial operation date (COD) dipatok pada 2030.
Seluruh portofolio ini menjadi bagian dari upaya PGEO dalam memperkuat kontribusi swasembada energi nasional. Hal ini sejalan dengan target Net Zero Emission 2060. Keputusan pemenang seleksi ini secara resmi dilaporkan perusahaan pada 23 Januari 2026.
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...