Bidik Pendapatan Rp5,6 Triliun dan Laba Rp500 Miliar di 2024, SSIA Ungkap Investasi Global!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Manajemen PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis kinerja keuangan Perseroan akan terus tumbuh hingga akhir tahun 2024. Menurut Presiden Direktur SSIA, Johannes Suri...
Pada 2024, SSIA menargetkan pendapatan sebesar Rp5,6 triliun. Adapun laba bersih Perseroan diproyeksikan mencapai Rp500 miliar. SSIA optimistis dapat mencapai target tersebut.ย Pasalnya, dalam pipeline SSIA saat ini masih banyak Perusahaan dari berbagai industri yang berminat untuk berinvestasi di Subang.
"Di pipeline kami, masih banyak industri yang ingin masuk, termasuk otomotif, alat berat, solar panel, building material, dan consumer goods. Kami harapkan tahun depan akan lebih baik lagi dengan banyaknya industri yang akan masuk ke Subang Smartpolitan," tukas Johannes.
Johannes memaparkan, Indonesia kini berada pada momentum yang tepat untuk mendorong industrialisasi. Ia menekankan bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak didorong oleh komoditas, namun kini saatnya beralih ke industrialisasi yang lebih berkelanjutan. "Indonesia harus siap menciptakan iklim investasi yang kondusif agar industrialisasi berjalan lancar," tambahnya.
Geopolitik global dan perlambatan ekonomi di Cina juga menjadi faktor pendorong investor untuk melirik Asia Tenggara, khususnya Indonesia. "Cina saat ini sedang mencari pasar baru di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kita harus siap memanfaatkan peluang ini," jelas Johannes.
SSIA melihat tren positif ini sebagai kesempatan besar untuk menarik lebih banyak investor, terutama dari Cina. Johannes menyebutkan bahwa 90% dari pipeline investasi SSIA berasal dari Cina, dan sektor-sektor yang akan masuk pun sangat bervariasi, mulai dari alat perang, otomotif, building materials, hingga elektronik.
- OJK Terbitkan POJK Nomor 8 Tahun 2026, Atur Pelaporan Transaksi Pinjaman Daring...
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas K...
- Jumlah Pemegang Saham BUKA Turun 1.033 Akun pada Juli 2026, Free Float Ikut Meny...
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Krom Bank (BBSI) Salurkan Fasilitas Kredit ke Pandai Gadai, Perluas Akses Pembia...
- OJK Terbitkan POJK Nomor 8 Tahun 2026, Atur Pelaporan Transaksi Pinjaman Daring...
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas K...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...