Sunarso Geram! Sindir YouTuber yang Bikin Investor Ritel BBRI Ketakutan
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Sunarso, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), tak bisa menyembunyikan kegeramannya. Ia menyentil content creator di YouTube yang dinilai menyebarkan...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Sunarso, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), tak bisa menyembunyikan kegeramannya. Ia menyentil content creator di YouTube yang dinilai menyebarkan ketakutan soal saham BBRI. Menurutnya, konten semacam itu bisa merugikan investor ritel.
"Analisanya kadang-kadang juga di awang-awang itu. Kemudian menakut-nakuti dengan ini, itu, ini, itu. Terungkap sudah. Terbongkar sudah," ujar Sunarso dalam acara Kompas 100 Outlook: Investasi Berkelanjutan di dalam Ekosistem Bisnis Global di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/2/2025). Pernyataannya ini bahkan disambut tawa para tamu yang hadir.Ia mengaku geram dengan konten yang cenderung membangun narasi negatif tanpa dasar yang kuat. "Saya terus terang saja, pengen saya cari orangnya itu. Dan itu tau ga? Itu sebenarnya mengganjal program-program Bursa. Karena itu menakut-nakuti investor ritel," tegasnya.
Sunarso pun langsung mengadukan hal ini kepada Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, yang juga hadir di acara tersebut. Ia menilai konten-konten tersebut bisa menghambat program edukasi pasar modal yang sedang digencarkan BEI.
"Itu Pak Jeffrey, itu sebenarnya sangat mengganggu program Bursa. Maka orang akan menjadi enggan untuk menabung saham dan sebagainya," imbuhnya.
Sunarso menegaskan, orientasi investasi di pasar modal seharusnya bersifat jangka panjang. BRI sendiri, lanjutnya, tidak hanya fokus memberikan kredit kepada UMKM. Lebih dari itu, mereka perlu diajarkan untuk menabung dalam berbagai bentuk, termasuk emas dan saham.
"Kalau semua ditakut-takuti untuk menjadi trader?" ungkap dia dengan nada heran.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90