Saham BOLA Berfluktuasi, Manajemen Ungkap Rencana Lepas Anak Usaha Tak Langsung
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Manajemen PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) akhirnya buka suara terkait pergerakan saham perusahaan yang fluktuatif. Penjelasan ini disampaikan untuk merespons permintaan...
Menurut Yohanes, rencana tersebut bukan merupakan transaksi material. Penilaian ini mengacu pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 17/POJK.04/2020.
Proses pelepasan anak usaha tersebut saat ini masih menunggu lampu hijau dari regulator. "Proses ini juga masih menunggu persetujuan dari OJK dalam waktu yang tidak bisa ditentukan oleh Perseroan," tambah Yohanes.
Terkait aktivitas pemegang saham tertentu, manajemen mengaku tidak mengetahuinya. Hal ini sesuai dengan aturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Hingga saat ini, BOLA tidak memiliki rencana tindakan korporasi lain dalam waktu dekat. Perusahaan memastikan tidak ada rencana yang akan berakibat pada pencatatan saham di bursa, setidaknya dalam tiga bulan ke depan.
Yohanes juga menegaskan tidak ada kejadian penting yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Manajemen berkomitmen untuk tetap mengikuti aturan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal.
- 1
- 2
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...