FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai dan Luncurkan Varian Baru
Selain itu, ekspansi gerai juga menjadi mesin pertumbuhan. Pada 2026, Fore menargetkan memiliki lebih dari 400 gerai dengan membuka lebih dari 80 toko baru dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan juga terus mengembangkan lini bisnis donat. Jika pada tahun lalu hanya memiliki dua gerai, kini jumlahnya telah mencapai 14 gerai. Hingga akhir tahun, Fore menargetkan jumlah gerai donat bertambah menjadi sekitar 25 hingga 30 gerai.
"Dari situ kita juga lagi ramp up tentang donat itu sendiri," ujar Fahmi.
Di sisi produk, Fore terus menghadirkan menu baru untuk menjaga minat pelanggan. Perseroan meluncurkan produk baru minimal tiga hingga empat kali setiap tahun atau sekitar 10 hingga 12 SKU baru dalam setahun.
Menurut Fahmi, strategi tersebut bertujuan menjaga ketertarikan pelanggan sekaligus menyasar segmen konsumen yang berbeda.
"Nah, dengan adanya menu-menu baru ini, ini men-drive juga customer untuk tetap datang. Bahkan setiap menu itu target customer-nya beda," katanya.
Fahmi mengungkapkan Fore juga menyiapkan peluncuran dua produk baru pada Agustus atau awal September 2026. Peluncuran tersebut akan disertai kampanye pemasaran yang lebih besar.
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- Direktur TSPC Akumulasi 99.900 Saham, Kepemilikan Winny Hardono Bertambah
- FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...