Tensi Venezuela Memanas, Saham Pertahanan Asia Terbang Tinggi dan Bursa Jepang Cetak Rekor
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Investor tengah mencermati risiko geopolitik setelah serangan Ameri...
Indeks STI Singapura sempat menyentuh rekor tertinggi baru pada perdagangan hari ini. Analis OCBC menilai sektor perbankan Singapura menutup tahun 2025 dengan performa luar biasa. Laba yang kuat mendorong saham sektor keuangan naik lebih dari 20% sepanjang tahun lalu.
Meski demikian, analis OCBC mengingatkan adanya potensi risiko di masa depan. Pasar Singapura didominasi perusahaan besar yang sudah matang. Kondisi ini membatasi peluang pertumbuhan secepat saham teknologi.
โPerlambatan regionalโterutama di Tiongkokโakan membebani permintaan eksternal,โ kata analis OCBC pada Selasa.
Risiko kenaikan biaya operasional juga menjadi sorotan. Situasi di Venezuela yang belum stabil diprediksi bisa memicu kenaikan harga energi.
โLonjakan harga minyak, mengingat situasi di Venezuela yang masih cair, dapat mendorong biaya operasional,โ tambah analis OCBC.
- 1
- 2
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...