Tensi Venezuela Memanas, Saham Pertahanan Asia Terbang Tinggi dan Bursa Jepang Cetak Rekor
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Investor tengah mencermati risiko geopolitik setelah serangan Ameri...
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Investor tengah mencermati risiko geopolitik setelah serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Penangkapan pemimpin Nicolas Maduro turut menjadi perhatian pelaku pasar di wilayah ini.
Mengutip CNBC International, saham-saham sektor pertahanan Asia melanjutkan penguatan untuk sesi kedua berturut-turut. Di Jepang, saham Kawasaki Heavy Industries melonjak hampir 6%. Saham IHI juga naik 3,66%. Pergerakan serupa terjadi di Korea Selatan. Saham Korea Aerospace terbang lebih dari 9% dan Poongsan melesat di atas 8%. Sementara itu, Hanwha Aerospace ikut terkerek 0,99%.
Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup menguat 1,32% pada posisi 52.518,08. Indeks Topix mencatatkan sejarah baru dengan mencapai rekor tertinggi di level 3.538,44 setelah naik 1,75%. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,52% ke level 4.525,48. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun tipis 0,16%.
Pasar saham Australia justru melemah. Indeks ASX 200 turun 0,52% ke posisi 8.682,8. Meski indeks melemah, saham produsen baja BlueScope Steel melonjak lebih dari 20%. Lonjakan ini terjadi setelah perusahaan menerima tawaran akuisisi senilai 9 miliar USD dari SGH dan produsen baja asal Amerika Serikat, Steel Dynamics.
Di China, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,22%. Indeks CSI 300 China daratan juga menguat 1,55% ke posisi 4.790,69.
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...