United Tractors Bukukan Laba Bersih Rp3,2 Triliun di Triwulan I 2025
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT United Tractors Tbk (untr) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp34,3 triliun pada triwulan I 2025. Angka ini naik 6% dibandingkan pendapatan bersih di periode yang sama...
Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat meningkat sebesar 6% menjadi Rp2,8 triliun. Total pendapatan bersih dari mesin konstruksi meningkat 31% menjadi Rp10,9 triliun.
Berikut, segmen usaha kontraktor penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). PAMA dan KPP Mining (PAMA Grup) menyediakan jasa pertambangan untuk pemilik konsesi tambang, dengan membantu mereka dalam pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) dan produksi batu bara serta mineral lainnya.
Sampai dengan triwulan I 2025, PAMA Grup mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 12% menjadi 252 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya turun 2% menjadi 32 juta ton, dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,9x. Pemindahan tanah dan produksi batu bara klien yang lebih rendah disebabkan oleh curah hujan yang tinggi pada kuartal pertama tahun 2025.
Sementara itu, segmen usaha pertambangan batu bara termal dan metalurgi dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources). Sampai dengan triwulan I 2025, tambang batu bara Turangga Resources mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 3,2 juta ton (termasuk 1,1 juta ton batu bara metalurgi), turun 2% dari periode yang sama tahun 2024. Total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak ketiga mencapai 3,8 juta ton, 3% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan segmen usaha pertambangan batu bara termal dan metalurgi turun sebesar 15% menjadi Rp7 triliun, dikarenakan penurunan penjualan dan rata-rata harga jual batu bara (baik batu bara termal maupun metalurgi).
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...