31 Perusahaan Siap IPO, BEI Ungkap Strategi Seleksi Kualitas Emiten
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hingga 25 Juni 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengevaluasi 31 perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). Informasi i...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hingga 25 Juni 2024, Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengevaluasi 31 perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). Informasi ini disampaikan oleh I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, di Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Menurut Nyoman, dari klasifikasi aset, terdapat enam perusahaan dengan aset skala kecil (dibawah Rp50 miliar), 17 perusahaan dengan aset skala menengah (Rp50 miliar hingga Rp250 miliar), dan delapan perusahaan dengan aset skala besar (di atas Rp250 miliar).
Secara sektoral, lanjut dia, satu perusahaan berasal dari sektor Basic Material, empat dari sektor Industrials, satu dari sektor Transportation & Logistic, 12 dari sektor Consumer Non-Cyclicals, dua dari sektor Consumer Cyclicals, tiga dari sektor Technology, tiga dari sektor Healthcare, dua dari sektor Energy, satu dari sektor Financials, dan dua dari sektor Properties & Real Estate. Tidak ada perusahaan dari sektor Infrastructures.
"Kami senantiasa mendorong perusahaan yang memiliki rencana IPO dan menjadi perusahaan tercatat untuk tumbuh bersama Pasar Modal Indonesia, baik dari sektor teknologi maupun sektor lainnya," ujar Nyoman.
Dalam proses evaluasi, BEI mengedepankan kesiapan dan kualitas perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor. Untuk itu, BEI melibatkan berbagai stakeholder di pasar modal, seperti penjamin emisi efek, kantor akuntan publik, dan konsultan hukum.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...