STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa kompak melemah pada penutupan perdagangan Kamis (19/6/2025) waktu setempat. Sentimen pasar masih dibayangi konflik antara Israel dan Iran, serta keputusan suku bunga dari Bank of England yang membuat investor cenderung berhati-hati.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang mencakup saham-saham utama di kawasan Eropa turun 0,8%. Sebagian besar sektor dan bursa utama kompak berada di zona merah.
Penurunan paling tajam terjadi di indeks CAC 40 Prancis yang anjlok 1,34% ke level 7.553,45. Disusul indeks DAX Jerman yang turun 1,12% ke posisi 23.057,38. Indeks FTSE MIB Italia juga melemah 1,21% menjadi 38.942,19.
Sektor pariwisata dan hiburan menjadi yang paling terpuruk. Saham-saham di sektor ini tercatat turun 2,4%, menyusul kekhawatiran terhadap dampak geopolitik terhadap aktivitas global. Sementara itu, sektor energi justru mencatat kenaikan 0,7% seiring lonjakan harga minyak mentah.
Indeks IBEX 35 Spanyol ikut tergelincir 1,28% menjadi 13.744,9. Sedangkan indeks AEX Belanda turun 0,85% ke level 909,3. Indeks FTSE Inggris turun 0,58% menjadi 8.791,8, sementara indeks SMI Swiss terkoreksi 0,74% ke level 11.871,52.
Beberapa bursa berhasil bertahan di zona hijau meski tipis. Indeks HEX Finlandia naik 0,09% ke level 10.446,63. PSI20 Portugal juga menguat tipis 0,05% menjadi 7.392,67. Namun mayoritas bursa lainnya masih dibayangi tekanan jual.
Ketegangan antara Israel dan Iran yang masih berlangsung menjadi perhatian utama pelaku pasar. Kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.
Di sisi lain, keputusan Bank of England untuk mempertahankan suku bunga acuan ikut memengaruhi sentimen. Investor masih menanti kejelasan arah kebijakan selanjutnya di tengah tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi.
Penurunan ini mencerminkan masih kuatnya tekanan global terhadap pasar saham Eropa. Kombinasi risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter membuat investor lebih memilih posisi aman.
