STOCKWATCH.ID (YOGYAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat peran dalam pengembangan sektor pariwisata nasional. Perseroan menjalin kolaborasi strategis berbasis layanan keuangan dan digital bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko atau InJourney Destination Management (IDM).
Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Lapangan Garuda, Kompleks Candi Prambanan, Kamis (30/4). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dan Direktur Utama IDM Febrina Intan.
Langkah strategis ini bertujuan menghadirkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi. Upaya tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai industri pariwisata memiliki peran vital. “Kemajuan pariwisata menjadi indikator penting kemajuan sebuah negara,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (1/5/2026).
BTN memperluas implementasi layanan keuangan dan inovasi digital di kawasan destinasi. Layanan ini mencakup kemudahan transaksi bagi pengunjung serta pelaku usaha di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Digitalisasi menyasar sistem pembelian tiket hingga layanan makanan dan minuman (F&B). Nixon melihat tingginya jumlah kunjungan di TMII, Candi Borobudur, dan Prambanan sebagai peluang menghadirkan sistem transaksi efisien.
Perseroan mengandalkan lebih dari 7 juta nasabah dan 4 juta pengguna Bale by BTN. Target utamanya adalah perluasan basis nasabah dari segmen generasi muda dan keluarga.
“Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen BTN dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi lokal,” tutur Nixon.
Selain digitalisasi, BTN menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur pariwisata. Dana mengalir untuk hotel, fasilitas wisata, transportasi, hingga pemberdayaan UMKM. Sebelumnya, BTN telah bermitra dengan Ancol dan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI).
Direktur Utama IDM Febrina Intan menyebut sinergi ini sebagai tonggak penting antar-BUMN. Kerja sama ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman wisata berkelas dunia.
“Ini merupakan wujud orkestrasi antar-BUMN untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia,” jelas Febrina.
Kolaborasi mencakup pengembangan program berbasis intellectual property (IP). Beberapa di antaranya adalah Festival Lampion, Move at the Temple, hingga atraksi rutin Ramayana Ballet Prambanan.
Program serupa akan diperluas di TMII melalui Festival Pecinan dan Jelajah Ramadhan. Kedua pihak juga fokus meningkatkan kapasitas UMKM di kawasan Pasar Medang, Kampung Seni Borobudur, Prambanan, dan TMII.
Sinergi masa depan akan diperkuat melalui optimalisasi promosi dan aktivitas pemasaran inovatif. Langkah ini diharapkan memberi dampak ekonomi serta sosial yang luas bagi masyarakat.
