back to top

Cadangan Devisa Agustus 2025 Turun Jadi US$150,7 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) mengumumkan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2025 tercatat sebesar US$150,7 miliar, turun 0,85% dari posisi pada akhir Juli 2025 sebesar US$152 miliar.

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, mengemukakan, perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2025 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI memandang posisi cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga, neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, serta persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang menarik.

“BI terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (08/9/2025).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Bahlil Pastikan BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Lebaran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak...

Cek Jadwal Operasional BI Libur Lebaran 2026, BI-FAST Tetap Beroperasi Penuh

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia (BI) mengatur ulang jadwal kegiatan...

Keyakinan Konsumen Februari 2026 Tetap Kuat, Indeks Bertahan di Zona Optimis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bank Indonesia (BI) mencatat keyakinan konsumen...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru