spot_img

S&P 500 Futures Stagnan Saat Raksasa Teknologi Kompak Memerah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pergerakan kontrak berjangka (futures) S&P 500 tidak banyak berubah pada Kamis (25/6/2026) malam waktu setempat. Penurunan harga saham perusahaan teknologi besar mulai membebani indeks pasar secara luas.

Mengutip CNBC, S&P 500 futures diperdagangkan mendekati garis datar. Nasdaq 100 futures mengalami penurunan 0,2%. Di sisi lain, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average justru naik 69 poin atau 0,1%.

Para investor terpantau terus menjauhi saham-saham sektor teknologi pada perdagangan Kamis. Kondisi ini menyebabkan Nasdaq Composite merosot 0,46%. Ini merupakan penurunan selama empat hari berturut-turut pertama sejak Februari lalu.

Indeks S&P 500 juga ikut tergelincir tipis 0,01%. Namun, perpindahan dana investor ke sektor kesehatan, keuangan, dan industri berhasil menyelamatkan Dow. Indeks blue-chip tersebut naik 71,72 poin atau 0,14%.

Saham Apple merosot 6% setelah mengumumkan kenaikan harga iPad dan MacBook. Langkah ini diambil Apple karena melonjaknya permintaan memori dan ruang penyimpanan. Saham Microsoft juga turun lebih dari 3% setelah menaikkan harga sistem permainan Xbox akibat biaya komponen yang membengkak. Raksasa teknologi lainnya seperti Alphabet dan Meta Platforms juga menutup sesi di zona merah.

Global Market Strategist New York Life Investment Management, Julia Hermann, menilai pasar saat ini sedang menguji keyakinan para investor. Menurutnya, kepemimpinan pasar saat ini berada di tangan sektor semikonduktor dan cip memori.

“Ini adalah gaya teknologi yang secara struktural lebih fluktuatif daripada yang kita lihat pada Magnificent Seven selama beberapa tahun terakhir,” ujar Hermann.

Hermann menambahkan kondisi ini diperumit dengan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed). “Kemudian Anda memasangkannya dengan penilaian ulang yang mengejutkan dalam ekspektasi Fed — bukan hanya soal apa, tetapi mengapa Fed mungkin akan menaikkan suku bunga berikutnya — dan Anda memiliki lingkungan ini, yang secara jujur merupakan resep untuk volatilitas,” tambah Hermann.

Penurunan pada Kamis memperparah kinerja mingguan Nasdaq Composite. Saat ini, indeks tersebut berada di jalur untuk berakhir 4,4% lebih rendah dalam sepekan. S&P 500 juga turun 1,9% sepanjang minggu ini. Sebaliknya, Dow justru melawan tren dengan kenaikan mingguan sebesar 0,7%.

Pada Jumat pagi waktu setempat, para pelaku pasar akan memantau data awal persediaan grosir bulan Mei. Selain itu, investor menunggu hasil akhir pembacaan sentimen konsumen dari University of Michigan untuk bulan Juni.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Bervariasi: Dow Jones Cetak Rekor, Nasdaq Tertekan Saham Apple

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Optimisme Investor Kembali, Bursa Saham Eropa Kompak Rebound

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Badai Tech Berakhir, Indeks Nikkei dan Kospi Kompak Melompat Tinggi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru