spot_img

Iran Serang Kapal Kargo, Harga Minyak Dunia Berbalik Arah Naik 2%

STOCKWATCH.ID (MUSCAT) – Harga minyak dunia berbalik menguat lebih dari 2% pada akhir perdagangan Kamis (25/6/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (26/6/2026) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah Iran menyerang sebuah kapal kargo di Selat Hormuz. Aksi tersebut memicu kekhawatiran baru akan ketegangan di Timur Tengah yang tetap tinggi.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent naik 2,1%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 75,26 USD per barel.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 2%. Minyak WTI berakhir pada posisi 71,92 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi serangan tersebut. Iran berada di balik serangan terhadap kapal kargo di dekat Dahit, Oman. Gedung Putih masih meninjau apakah serangan ini melanggar kesepakatan (MOU) antara AS dan Iran.

Padahal, harga minyak sempat turun pada awal perdagangan hari itu. Investor mengira pasokan minyak dunia akan membaik. Hal ini karena kapal-kapal tanker yang sempat tertahan mulai meninggalkan Selat Hormuz.

Data dari perusahaan pelacak perdagangan Kpler menunjukkan perkembangan positif. Lebih dari 20 kapal tanker yang membawa sekitar 35 juta barel minyak mentah telah melewati Selat Hormuz. Hal ini terjadi setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pengiriman utama tersebut.

Kapal-kapal non-Iran itu sempat tertahan di Teluk Persia selama lebih dari tiga bulan. Teheran menutup jalur air tersebut sejak awal konflik. Sebagian besar kapal diperkirakan tiba di tujuan mereka di Asia pada awal Agustus.

Analisis dari Citi memberikan pandangan terkait prospek harga ke depan. Bank tersebut memperkirakan harga minyak Brent bisa turun ke level 60 USD hingga 65 USD per barel dalam enam hingga 12 bulan ke depan seiring normalnya arus di Selat Hormuz.

“Masa terburuk untuk strategi perdagangan komoditas mungkin sudah berakhir,” tulis pernyataan resmi dari pihak Citi.

Namun, risiko di jalur pengiriman utama ini masih mengintai. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memberikan peringatan keras pada hari Kamis. Mereka hanya mengizinkan kapal lewat melalui rute yang ditentukan oleh Teheran.

“Kapal yang melanggar instruksi transit akan menghadapi tindakan,” tegas pihak IRGC.

Peringatan ini menunjukkan keamanan di jalur pelayaran tersebut belum sepenuhnya pulih. Investor kini kembali waspada terhadap potensi gangguan pasokan dari wilayah penghasil minyak terbesar dunia tersebut

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Bangkit di Atas USD 4.000, Perak dan Platinum Ikut Hijau

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 Kompak Menanjak, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Harga Emas Dunia Terjun Bebas ke Level Terendah 7 Bulan, Sempat di Bawah 4.000 USD

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia jatuh ke level...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru