spot_img

Asing Borong 1,2 Miliar Saham BRMS, Kepemilikan Naik Jadi 57%! Porsi Investor Lokal Susut

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi primadona bagi investor asing pada awal tahun 2026. Aksi beli bersih atau net buy oleh pemodal asing tercatat meningkat signifikan sepanjang bulan Januari.

Melansir laporan Biro Administrasi Efek PT Ficomindo Buana Registrar, investor asing memborong sebanyak 1,28 miliar lembar saham BRMS selama periode Januari 2026.

Aksi akumulasi ini mendongkrak porsi kepemilikan asing dalam struktur pemegang saham perseroan. Pada akhir Desember 2025, investor asing menggenggam 79,95 miliar lembar saham atau setara 56,39%.

Angka tersebut melonjak pada akhir Januari 2026. Kini, pemodal asing menguasai 81,23 miliar lembar saham BRMS. Persentase kepemilikannya pun naik menjadi 57,29%.

Sebaliknya, kepemilikan investor lokal justru menyusut. Pada periode yang sama, jumlah saham yang dipegang investor domestik berkurang sebanyak 1,28 miliar lembar.

Posisi kepemilikan lokal turun dari 61,82 miliar lembar (43,60%) pada Desember 2025, menjadi 60,54 miliar lembar (42,70%) pada Januari 2026.

Dalam jajaran pemegang saham pengendali dan utama di atas 5%, terdapat empat nama besar yang mendominasi. Emirates Tarian Global Ventures SPC masih menjadi pemegang saham terbesar. Entitas ini mendekap 35,59 miliar lembar saham atau setara 25,10%.

Di posisi kedua, Glas Trust (Singapore) Ltd tercatat memiliki 10,78 miliar lembar saham atau 7,60%. Investor individu atas nama Sugiman Halim menempati posisi ketiga dengan kepemilikan 10,56 miliar lembar saham atau 7,45%.

Sementara itu, PT CGS International Sekuritas Indonesia melengkapi daftar pemegang saham jumbo dengan porsi 5,24%. Sekuritas ini memegang sekitar 7,43 miliar lembar saham.

Secara keseluruhan, jumlah pemegang saham BRMS per 31 Januari 2026 tercatat sebanyak 102.288 investor.

Adapun porsi saham yang beredar di masyarakat atau publik (di bawah 5%) mencapai 54,58% atau setara 77,39 miliar lembar. Dengan komposisi ini, perseroan memenuhi syarat untuk mendapatkan penurunan tarif pajak penghasilan badan karena memiliki saham publik di atas 40% yang dimiliki oleh lebih dari 300 pihak.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Siap Ekspansi, Pakuan (UANG) Bidik Pendapatan Rp378 Miliar pada 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pakuan Tbk (UANG) menargetkan pertumbuhan...

Cahayasakti Investindo (CSIS) Siap Bagi Dividen Rp5,49 Miliar, Pemegang Saham Terima Rp3 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk...

IHSG Anjlok 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Jadi Rp10.302 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru