STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah tengah mengawasi ketat pergerakan harga saham dua emiten, masing-masing adalah PT Remala Abadi Tbk (DATA), dan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS).
Menurut Pande Made Kusuma Ari, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, dalam pengumuman, Kamis 2 April 2026, transaksi saham DATA dan YPAS, diawasi BEI karena terjadi pergerakan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Otoritas Bursa memandang perlu untuk mengawasi perkembangan harga saham DATA dan YPAS sebagai bentuk perlindungan bagi investor. “Namun Pande mengakui, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujarnya.
Dia meminta investor untuk berhati-hati dengan memperhatikan jawaban manajemen DATA dan YPAS atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga kedua saham ini. Pande pun berharap agar investor mencermati tiga saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.
Investor juga diminta untuk mengkaji kembali rencana corporate action kedua Perusahaan Tercatat jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Bahkan, lanjut Pande, investor perlu mempertimbangkan matang berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum memutuskan untuk berinvestasi di saham DATA dan YPAS.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin 6 April 2026, saham DATA tercatat anjlok 14,01% menjadi Rp1.855 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp2.180 per unit. Selama sepekan, saham DATA telah merosot 41,23%, dari posisi Rp3.710 per saham menjadi Rp2.180 per saham pada 2 April 2026.
Sedangkan saham YPAS terpantau di level Rp1.420 per unit, melonjak 24,46% dibanding penutupan sehari sebelumnya. Pada periode sepekan, harga saham YPAS melambung 118,89%, dari Rp635 menjadi Rp1.390 per saham. (konrad)
