Prajogo Pangestu Lepas 531,6 Juta Saham CUAN Senilai Rp774 Miliar, Sinyal Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Konglomerat kawakan Prajogo Pangestu melakukan aksi korporasi besar pada perusahaan tambangnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Pemegang saham pengendali ini melepas sebagian porsi kepemilikannya dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Aksi pelepasan saham tersebut dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu hampir sepekan. Terhitung sejak 10 April hingga 15 April 2026, Prajogo terpantau aktif melakukan transaksi penjualan di pasar modal.

Berdasarkan laporan resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), total saham yang dilepas mencapai 531.669.900 unit. Dari rangkaian transaksi ini, Prajogo diperkirakan meraup dana segar sekitar Rp774,22 miliar.

Langkah berani ini bukan tanpa alasan. Orang terkaya di Indonesia tersebut memiliki visi strategis untuk memperkuat posisi saham CUAN di lantai bursa.

“Menambah saham Free Float,” ungkap Prajogo dalam laporannya per 15 April 2026.

Penjualan ini bertujuan meningkatkan jumlah saham yang beredar di publik. Dengan bertambahnya porsi saham masyarakat, likuiditas perdagangan saham CUAN diharapkan menjadi lebih aktif dan menarik bagi investor.

Rangkaian transaksi dimulai pada 10 April 2026. Saat itu, Prajogo menjual 54,49 juta saham seharga Rp1.380 per saham. Pada hari yang sama, ia melepas lagi 4,07 juta saham di harga Rp1.356 per lembar.

Aksi jual semakin agresif pada 13 April 2026 dengan delapan kali transaksi. Volume terbesar pada hari itu mencapai 58 juta saham di harga Rp1.430 per unit. Transaksi lainnya dilakukan pada rentang harga Rp1.409 hingga Rp1.440 per saham.

Memasuki 14 April 2026, volume penjualan kian membengkak. Prajogo melepas 88 juta unit saham sekaligus pada harga Rp1.488 per saham. Nilai transaksi tunggal ini saja menembus Rp130,94 miliar.

Ia juga melakukan sepuluh transaksi lainnya pada hari tersebut. Harga penjualannya bervariasi antara Rp1.460 hingga Rp1.519 per saham. Total saham yang dilepas pada hari ini merupakan yang terbanyak dibandingkan hari lainnya.

Pada hari terakhir transaksi, 15 April 2026, Prajogo menutup aksinya dengan empat kali penjualan. Transaksi terbesar terjadi pada volume 80,06 juta saham di harga Rp1.502 per unit. Penjualan terakhir dilakukan pada harga tertinggi mencapai Rp1.523 per saham.

Meskipun melepas saham dalam jumlah besar, dominasi Prajogo Pangestu di CUAN tetap tak tergoyahkan. Sebelum transaksi, ia menguasai 82,8617% atau setara 93,15 miliar unit saham.

Kini, kepemilikannya menyusut menjadi 82,3888% atau sebanyak 92,62 miliar unit saham. Penurunan porsi kepemilikan sebesar 0,47% ini tidak mengubah statusnya sebagai nakhoda perusahaan.

Prajogo menegaskan tetap bertindak sebagai pemegang saham pengendali. Ia berkomitmen penuh mempertahankan pengaruhnya atas arah kebijakan perusahaan ke depan.

“Mempertahankan pengendalian,” sebut Prajogo dalam rincian laporan kepemilikannya.

Status kepemilikan saham ini bersifat langsung dan bukan melalui perusahaan cangkang. Seluruh data ini telah terverifikasi dan dijamin kebenarannya oleh pihak pelapor.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Efek Domino Pengumuman MSCI: Saham BREN dan DSSA Merosot Tajam, Simak Strategi Analis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dua emiten raksasa, PT Barito Renewables...

Respons OJK atas Pengumuman MSCI: Reformasi Pasar Modal RI Diakui

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif...

Jawab BEI, Petrosea (PTRO) Ungkap Alasan Lepas KMS Senilai Rp1,73 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Petrosea Tbk (PTRO) memberikan penjelasan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru