STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Emiten berkode saham AADI ini menyiapkan dana maksimal sebesar Rp5 triliun untuk aksi korporasi tersebut.
Rencana buyback terungkap dalam keterbukaan informasi perusahaan pada 15 April 2026. Perseroan akan meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026.
Corporate Secretary AADI, Ray Aryaputra menjelaskan sumber dana untuk buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan. Penggunaan dana ini tidak akan memengaruhi kemampuan keuangan perusahaan secara signifikan.
“Perseroan memiliki kesempatan dan fleksibilitas untuk melaksanakan Pembelian Kembali Saham Perseroan pada setiap saat berdasarkan kondisi pasar,” ujar Ray Aryaputra dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/4/2026).
Aksi korporasi ini akan dilakukan secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Jangka waktu pelaksanaan paling lama 12 bulan setelah tanggal persetujuan RUPST. Manajemen memperkirakan periode pembelian kembali saham dimulai sejak 23 Mei 2026.
Ray menambahkan langkah ini bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan saham AADI. Manajemen berharap harga saham di pasar dapat mencerminkan nilai fundamental perseroan yang sebenarnya.
“Rencana Pembelian Kembali Saham Perseroan diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan,” tambahnya.
Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2025, aksi ini berpotensi meningkatkan laba per saham dasar perusahaan. Nilainya diprediksi naik dari 0,09762 USD menjadi 0,10401 USD.
Meski demikian, total aset perseroan diproyeksi mengalami penurunan dampak dari penggunaan kas. Total aset diperkirakan turun dari 5.706.276 USD menjadi 5.414.254 USD. Sementara itu, posisi ekuitas diprediksi menjadi 3.357.606 USD dari sebelumnya 3.649.628 USD.
Pembelian kembali saham akan dilakukan pada pasar reguler. AADI berencana menunjuk satu perusahaan efek untuk memfasilitasi transaksi ini. Harga penawaran beli saham akan dilakukan lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya.
Manajemen meyakini pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja dan pendapatan. Saldo laba dan arus kas perseroan saat ini dinilai mencukupi untuk mendanai seluruh proses pembelian kembali saham.
AADI saat ini memiliki kegiatan usaha utama sebagai perusahaan holding. Perusahaan menaungi anak usaha di bidang pertambangan batu bara, jasa pertambangan, pengelolaan sumber daya air, hingga perkebunan kelapa sawit dan karet.
