The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5%-3,75%, Anggota FOMC Pecah Suara Terparah Sejak 1992

STOCKWATCH.ID (WASHINGTONG D.C) – Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan pada Rabu (29/4/2026) waktu setempat. Keputusan ini diambil di tengah perpecahan internal pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) yang luar biasa.

Mengutip CNB International, Federal Open Market Committee (FOMC) menetapkan suku bunga tetap pada kisaran 3,5%-3,75%. Keputusan tersebut sesuai dengan prediksi pasar yang memperkirakan tidak ada perubahan kebijakan moneter.

Meski demikian, rapat kali ini diwarnai perbedaan pendapat yang tajam. Hasil pemungutan suara berakhir dengan posisi 8-4. Ini merupakan tingkat perbedaan pendapat tertinggi dalam rapat FOMC sejak Oktober 1992.

Gubernur Stephen Miran memilih berbeda suara (dissenting vote) untuk menurunkan bunga sebesar 0,25%. Tiga pejabat lainnya, yaitu Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan, menolak sinyal penurunan bunga lanjutan dalam pernyataan resmi.

Ketiga pejabat tersebut mengkhawatirkan ancaman inflasi yang masih tinggi. Sejak akhir 2023, inflasi AS tertahan di atas level 3%.

“Outlook ekonomi jangka pendek tetap sangat tidak pasti,” ujar Brent Schutte, Chief Investment Officer Northwestern Mutual.

The Fed mencatat inflasi tetap meningkat. Kondisi ini mencerminkan kenaikan harga energi global serta dampak kebijakan tarif.

Rapat ini kemungkinan menjadi momen terakhir bagi Jerome Powell menjabat sebagai Ketua The Fed. Masa jabatannya akan berakhir pada pertengahan Mei 2026.

Komite Perbankan Senat telah memproses pencalonan Kevin Warsh sebagai suksesor Powell. Senat diperkirakan segera memberikan persetujuan penuh bagi Kevin Warsh untuk memimpin bank sentral.

Meskipun lengser dari kursi ketua, Powell tetap akan menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur. Masa jabatan gubernurnya baru berakhir pada Januari 2028.

Powell memilih tetap berada di dewan hingga investigasi internal terkait renovasi gedung Federal Reserve tuntas. Investigasi tersebut kini berada di bawah pengawasan inspektur jenderal bank sentral.

“Saya berencana terus bertugas di Dewan Gubernur sampai penyelidikan Federal Reserve benar-benar selesai,” kata Powell.

Kondisi ekonomi AS saat ini menunjukkan sinyal yang beragam. Data penggajian non-pertanian Maret tumbuh 178.000 dengan tingkat pengangguran 4,3%.

The Fed juga menghadapi tekanan politik dari Gedung Putih. Presiden Donald Trump mendorong penurunan bunga untuk membantu pasar perumahan dan membiayai utang nasional AS yang hampir mencapai USD 39 triliun.

Pasar saham bereaksi negatif terhadap pengumuman ini dengan bergerak melemah. Di sisi lain, harga minyak dunia melonjak naik seiring ketidakpastian kebijakan energi global.

The Fed diprediksi tidak akan mengubah suku bunga hingga akhir tahun 2026. Pejabat bank sentral memperkirakan target suku bunga netral berada di level 3,1% pada 2027.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Buntut Serangan Hukum Trump, Jerome Powell Batal Pensiun dan Bertahan di Dewan Gubernur The Fed

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk...

Kinerja Moncer Alphabet dan Amazon Kerek Futures S&P 500

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) S&P 500...

Harga Minyak Melambung Picu Kekhawatiran Inflasi, Dow Jones Terperosok 280 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru