STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis (30/4/2026) malam waktu setempat atau Jumat pagi (1/5/2026). Kenaikan ini terjadi setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor penutupan tertinggi baru sepanjang sejarah.
Mengutip CNBC International, futures S&P 500 naik sekitar 0,2%. Futures Nasdaq 100 juga terangkat 0,1%. Sementara itu, futures Dow Jones Industrial Average (DJIA) bertambah 85 poin atau menguat 0,2%.
Sentimen positif pasar didorong oleh performa gemilang Apple. Saham raksasa teknologi ini melonjak 3% pada perdagangan pasca-penutupan. Apple melaporkan laba dan pendapatan kuartal kedua fiskal melampaui estimasi pasar, meski pendapatan iPhone sedikit di bawah target.
Pada perdagangan reguler Kamis, indeks Dow Jones melonjak 790,33 poin atau 1,62%. S&P 500 menutup perdagangan di atas level 7.200 untuk pertama kalinya setelah naik 1,02%. Nasdaq juga menguat 0,89%.
Sepanjang April 2026, Wall Street mencatatkan kinerja bulanan terbaik sejak 2020. S&P 500 melesat 10,4% dan Nasdaq melonjak 15,3% dalam sebulan. Indeks Dow Jones tumbuh 7,1%, menjadi performa bulanan terkuat sejak November 2024.
Laporan keuangan kuartal pertama yang solid menjadi pendorong utama penguatan pasar. Investor juga merespons positif meredanya ketegangan di Timur Tengah. Meski sempat tertekan akibat konflik AS dengan Iran, ketiga indeks utama kini berada jauh di atas posisi awal tahun 2026.
Venu Krishna, Head of U.S. Equity Strategy Barclays, menilai prospek ekonomi yang kuat menjaga momentum pasar. Ia melihat lintasan pemulihan ekonomi saat ini tetap solid.
“Ceritanya bagus, jadi kami tetap optimistis. Saya pikir lintasannya, arahnya, cukup kuat,” ujar Venu Krishna.
Pelaku pasar menantikan rilis laporan keuangan sejumlah emiten besar sebelum pembukaan perdagangan Jumat. Perusahaan tersebut antara lain Chevron, Exxon Mobil, AutoNation, Colgate-Palmolive, Estee Lauder, Lazard, Moderna, dan CBOE Global Markets. Selain itu, data manufaktur April juga menjadi perhatian utama investor.
