STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau ketat pergerakan harga saham empat emiten setelah terjadi pergerakan yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Keempat emiten tersebut adalah PT Ekamas Maju Sejahtera Tbk (MORA), PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengumumkan status UMA tersebut melalui keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (12/5/2026).
Tiga saham, yakni MORA, MEDS, dan DFAM, mengalami lonjakan harga yang signifikan. Sementara itu, saham BREN justru mencatat penurunan harga yang cukup tajam.
“Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan telah terjadi peningkatan atau penurunan harga saham yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujar Yulianto.
Informasi terakhir terkait MORA dipublikasikan pada 8 Mei 2026 berupa laporan bulanan registrasi pemegang efek. Pada tanggal yang sama, MEDS menyampaikan laporan perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Adapun BREN menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 11 Mei 2026. Sementara DFAM menyampaikan bukti iklan pemberitahuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal yang sama.
BEI menyatakan saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi pada keempat saham tersebut. Investor diimbau untuk memperhatikan jawaban masing-masing emiten atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan RUPS.
Harga Saham
Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), saham MORA berada di level Rp9.000 per lembar, naik Rp1.500 atau 20% dibandingkan harga sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 2,91 juta saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp429,96 triliun.
Saham MEDS ditutup di level Rp138 per saham, menguat Rp21 atau 17,95%. Volume perdagangan tercatat sangat tinggi, mencapai 1,85 miliar saham, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp215,62 miliar.
Berbeda dengan emiten lainnya, saham BREN justru turun ke level Rp3.790 per saham. Harga saham BREN melemah Rp310 atau 7,56%, dengan nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp507,04 triliun.
Sementara itu, saham DFAM ditutup pada level Rp140 per saham, melonjak Rp36 atau 34,62% dibandingkan penutupan sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 201,93 juta saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp265,97 miliar.
