STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan Kamis malam (14/5/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi setelah indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) kembali menembus level psikologis 50.000.
Mengutip CNBC International, futures Dow Jones turun tipis 11 poin atau 0,02%. Futures S&P 500 melemah 0,03%, sedangkan futures Nasdaq 100 menguat tipis 0,01%.
Selain capaian Dow Jones, indeks S&P 500 juga mencetak sejarah dengan ditutup di atas level 7.500 untuk pertama kalinya. Investor kini menaruh perhatian pada hasil pertemuan puncak antara AS dan China.
Sejumlah saham mencatat pergerakan signifikan dalam perdagangan setelah bursa ditutup. Saham Applied Materials naik sekitar 2% setelah melaporkan laba kuartal kedua fiskal yang melampaui ekspektasi analis.
Sementara itu, saham Cerebras Systems melonjak 4%, memperpanjang reli setelah debutnya di pasar saham.
Kabar besar juga datang dari SpaceX. Perusahaan tersebut dikabarkan berencana mengungkap prospektus penawaran umum perdana (IPO) paling cepat pekan depan, setelah sebelumnya mengajukan dokumen IPO secara rahasia pada April lalu.
Wall Street baru saja menutup sesi perdagangan yang sangat positif. S&P 500 dan Nasdaq Composite berakhir di rekor tertinggi. S&P 500 naik 0,8%, Nasdaq menguat 0,9%, sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 370 poin atau 0,8%.
Kenaikan pasar didorong oleh antusiasme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Namun, sejumlah analis mulai mengkhawatirkan reli yang dinilai semakin rapuh karena ditopang oleh segelintir saham teknologi berkapitalisasi besar.
Chief Investment Officer Keith Lerner menilai penguatan pasar tidak lagi tersebar merata ke berbagai sektor.
“Perdagangan yang meluas tersebut benar-benar telah memudar. Pasar sangat berat di sektor teknologi, itulah alasan indeks berbasis luas tetap mampu bertahan,” ujarnya kepada CNBC.
Pelaku pasar juga terus memantau hasil KTT AS-China yang berakhir Jumat. Kedua negara membahas isu perdagangan, tarif, Iran, hingga Taiwan. Pejabat Gedung Putih menyatakan kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk pelayaran internasional.
Secara mingguan, pasar saham AS masih berada dalam tren positif. S&P 500 dan Nasdaq Composite berpotensi mencatat kenaikan selama tujuh pekan berturut-turut, sedangkan Dow Jones berpeluang menguat untuk keenam kalinya dalam tujuh pekan terakhir.
