STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Harum Energy Tbk (HRUM) menganggarkan dana belanja barang modal atau capex (capital expenditure) sebesar US$5310 juta pada tahun 2026. Ini tergambar dari materi paparan publik yang disampaikan Manajemen Perseroan, di Jakarta, Selasa 26 Mei 2026.
Menurut Direksi HRUM, sebesar US$302 juta dari dana capex ini akan digunakan untuk pengembangan proyek dalam unit usaha nikel yang sudah ada, dan sisanya untuk pemeliharaan unit usaha batubara. Hingga Maret 2026, belanja modal yang sudah direalisasikan US$139 juta, atau sekitar 44,84% dari target capex tahun ini.
Direksi HRUM menjelaskan, dari belanja modal yang terealisasi selama Januari-Maret 2026, sekitar US$137 juta untuk pengembangan unit usaha nikel dan sisanya untuk operasi pertambangan, logistik dan lain-lain. Sebagian besar capex tersebut merupakan realisasi dari rencana belanja modal untuk tahun 2025.
Tahun ini, menurut Direksi, HRUM menargetkan produksi batubara, sebesar 2-3 juta ton. Sementara target produksi dan penjualan nikel (dalam bentuk NPI, HG Matte dan MHP) berada pada kisaran 107 -117 ribu ton metal. Adapun produksi bijih nikel tahun 2026 ditargetkan pada kisaran 8 – 10 juta wm.
Hingga kuartal I 2026, HRUM membukukan pendapatan sebesar US$345,9 juta, meningkat 16% dari US$298,9 juta pada periode sama 2022. Dari pendapatan tersebut, Perseroan membukukan laba US$8,9 juta pada Januari-Maret 2026, tumbuh 61% jika dibandingkan US$5,6 juta pada Januari-Maret 2025. Marjin laba bersih HRUM naik dari 2% kuartal I 2025 menjadi 3% di kuartal I 2026.
Perseroan mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA sebesar US$76,6 juta pada kuartal I 2026, tumbuh 33% dari US$55 juta pada kuartal I 2025. Adapun marjin EBITDA Perseroan meningkat menjadi 22% pada kuartal I 206 dibandingkan 19% pada kuartal I tahun 2025.
Total aset HRUM per Maret 2026 sebesar US$3,692 miliar, naik 7% dari US$3,437 miliar per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas emiten batu bara ini per Maret 2026, masing-masing US$1,845 miliar dan US$1,846 miliar. (konrad)

