STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perjalan transaksi saham selama sepekan, periode 06-10 Juli 2026. Berikut lima saham mencatatkan penguatan paling tinggi (top gainers) selama sepekan perdagangan (6-10 Juli 2026) hingga penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan data RTI Business, saham PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) memimpin daftar dengan lonjakan lebih dari 71%. Saham BEEF menutup perdagangan di level Rp274 atau melonjak 114 poin (+71,25%) dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Sepanjang sepekan, saham ini diperdagangkan dengan volume mencapai 568,1 juta saham, frekuensi 63.147 kali, dan nilai transaksi Rp127,2 miliar. Investor asing juga membukukan net foreign buy (NFB) sebesar 466,6 juta saham.
Posisi kedua ditempati saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang ditutup di level Rp278, naik 106 poin atau 61,63%. Selama lima hari perdagangan, saham COCO mencatat volume transaksi 1,8 miliar saham, frekuensi 172.061 kali, dengan nilai transaksi mencapai Rp530,6 miliar. Investor asing tercatat melakukan net foreign sell (NFS) sebanyak 9,6 miliar saham.
Di peringkat ketiga, saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) menguat 56,00% menjadi Rp78. Volume perdagangan mencapai 2,2 miliar saham dengan frekuensi 92.967 kali dan nilai transaksi Rp169,7 miliar. Investor asing membukukan net foreign buy sebesar 447,4 juta saham.
Sementara itu, saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menempati posisi keempat setelah melonjak 51,52% ke level Rp150. Selama sepekan, saham ini diperdagangkan sebanyak 533,4 juta saham, dengan frekuensi 56.480 kali dan nilai transaksi Rp73,6 miliar. Investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar 1,9 miliar saham.
Melengkapi lima besar top gainers adalah saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) yang naik 32,93% menjadi Rp218. Saham FUTR membukukan volume transaksi 473 juta saham, frekuensi 43.339 kali, serta nilai transaksi Rp101,8 miliar. Investor asing tercatat melakukan net foreign sell sebanyak 681 juta saham.
Penguatan kelima saham tersebut di atas menunjukkan tingginya minat pelaku pasar terhadap saham-saham lapis menengah dan kecil sepanjang perdagangan pekan ini, meski pergerakan investor asing masih bervariasi di masing-masing emiten.

