STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berencana untuk melakukan pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023 seri B dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III INKP Tahap I Tahun 2023 Seri B yang akan jatuh tempo besok, tanggal 11 Juli 2026.
Direktur INKP Heri Santoso dalam keterbukaan informasi, Jumat 10 Juni 2026 mengemukakan, Perusahaan telah menyediakan dana sebesar Rp2,358 triliun untuk pembayaran pokok obligasi dan sukuk dalam bentuk kas dan setara kas pada saat jatuh tempo.
Rinciannya adalah sebesar Rp1,745 triliun untuk pembayaran pokok obligasi IV tahap I seri B tahun 2023, dan sebesar Rp612,575 miliar untuk pelunasan sukuk III tahap I seri B tahun 2023.
Pelunasan pokok obligasi dan sukuk, jelas Heri, merujuk pada surat Pefindo No. S-0917/PEF-DIR/V/2026 tanggal 22 Mei 2026, yang meminta klarifikasi terkait kesiapan perseroan dalam memenuhi kewajiban pembayaran obligasi dan sukuk yang akan jatuh tempo.
Seperti diketahui, obligasi IV INKP Tahap I Tahun 2023 senilai Rp3,25 triliun diterbitkan pada bulan Juli 2023. Ini terdiri atas obligasi seri A dengan jumlah pokok Rp922,805 miliar berjangka waktu 370 hari dan bunga tetap 6,50% per tahun, seri B senilai Rp1,589 triliun berbunga tetap 10,25% per tahun dan tenor tiga tahun, serta seri C Rp163,635 miliar memiliki jangka waktu lima tahun dan bunga tetap 10,75% per tahun.
Adapun sukuk Mudarabah III INKP tahap I tahun 2023 sebesar Rp750 miliar terdiri atas seri A dengan Jumlah Dana Sukuk Mudharabah sebesar Rp612,575 miliar berjangka waktu tiga tahun dan seri B dengan Jumlag Dana Sukuk Mudharabah Rp137,425 miliar memiliki tenor lima tahun.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat 10 Juli 2026, saham INKP tercatat naik 0,69% menjadi Rp7.325 per unit dibandingkan sehari sebelumnya di Rp7.275 per unit. Selama periode sepekan, harga saham INKP telah naik sebesar 3,53%. Jika dibandingkan antara harga 10 Juni sebesar Rp7.925 per unit terhadap penutupan Jumat hari ini, maka saham emiten produsen kertas dan bubur kertas tersebut telah merosot sebesar 7,57%.

