STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap lima indeks saham, yakni Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), Jakarta Islamic Index (JII), IDX Sharia Growth (IDXSHAGROW), dan IDXMESBUMN. Hasil evaluasi tersebut berlaku efektif mulai 2 Juni hingga 30 November 2026.
Pengumuman nomor Peng-00089/BEI.POP/05-2026 ini ditandatangani Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A. serta Pjs. Kepala Divisi Riset BEI, Heidy Ruswita Sari. Perubahan komposisi konstituen indeks ini mulai berlaku efektif pada 2 Juni 2026 s.d. 30 November 2026.
“Bursa Efek Indonesia pada bulan Mei 2026 telah melakukan evaluasi atas indeks tersebut,” ujar Pande dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (26/5/2026) WIB.
Heidy menambahkan periode efektif jumlah saham untuk penghitungan indeks berlaku mulai 2 Juni 2026 s.d. 31 Agustus 2026. Berdasarkan data evaluasi mayor, terdapat 16 saham baru yang masuk dalam penghitungan indeks ISSI.
Daftar saham baru penghuni ISSI antara lain PT Asia Pramulia Tbk. (ASPR) dengan bobot 0,03%, PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) 0,09%, PT Budi Starch & Sweetener Tbk. (BUDI) 0,03%, dan PT Eagle High Plantation Tbk. (BWPT) 0,06%. Selain itu, masuk pula ERTX, HELI, HRTA, JARR, MDIA, MKNT, NSSS, REAL, RSCH, SDPC, URBN, dan WIFI.
Sebaliknya, BEI mengeluarkan 72 saham dari indeks ISSI. Beberapa nama besar yang keluar meliputi ACST, ADHI, AIMS, AKKU, ANDI, ANJT, ARGO, ARTA, ASII, BATA, BEEF, BNBR, BOLA, BRPT, BUKK, BUVA, CBDK, CBPE, CBRE, CNKO, CRAB, DAAZ, DKHH, EDGE, FITT, FUTR, GTBO, GTSI, HGII, HITS, HRME, HUMI, INCO, INDX, IPCC, JSPT, KDTN, KRYA, KSIX, LABA, LCKM, LPKR, MGNA, MIDI, MINA, MPRO, MTFN, NASA, NCKL, NETV, NPGF, OASA, OILS, OMRE, PANI, PBSA, PGEO, PIPA, PNSE, PPRO, PWON, RAFI, RDTX, RIGS, RONY, SHIP, SONA, TAMU, TARA, TRUE, WMUU, dan ZATA.
Untuk indeks JII70, terdapat 9 saham baru yang bergabung. Mereka adalah ARCI (bobot 0,66%), DEWA (1,05%), DKFT (0,18%), HRTA (0,39%), IMPC (3,11%), RAJA (0,47%), TINS (1,05%), TOBA (0,16%), dan WIFI (0,58%).
Sementara itu, ada 9 saham yang keluar dari JII70. Itu antara lain adalah ASII, BRPT, DSSA, INCO, NCKL, PANI, PGEO, PTPP, dan PWON.
Pada indeks JII, BEI memasukkan 7 saham baru yakni ADMR (1,38%), ARCI (0,89%), BKSL (0,63%), DEWA (1,43%), ENRG (3,11%), RAJA (0,64%), dan WIFI (0,79%).
Adapun saham yang keluar dari perhitungan JII juga 7 emiten. Itu meliputi ASII, BRPT, DSSA, INCO, ISAT, PANI, dan PGEO. BEI menerapkan batas bobot saham (capping) sebesar 15% pada indeks ini.
Indeks IDXSHAGROW juga mengalami perombakan besar dengan masuknya 8 saham baru. Emiten tersebut adalah ADMR (3,31%), ANTM (13,71%), BUMI (15,00%), DKFT (0,70%), KLBF (2,94%), RATU (2,31%), TINS (3,85%), dan WIFI (2,60%).
Sebaliknya, 8 saham yakni AKRA, ASII, BRPT, INCO, JPFA, KIJA, KPIG, dan MARK harus keluar dari indeks IDXSHAGROW.
Terakhir, untuk indeks IDXMESBUMN, terdapat 3 saham baru yang masuk yaitu IPCM (0,18%), NIKL (0,10%), dan TINS (6,93%). Sementara 3 saham yang keluar adalah ADHI, IPCC, dan PGEO. Capping untuk indeks IDXMESBUMN ditetapkan sebesar 20%.
Pande menegaskan jika terjadi perubahan Hari Bursa, maka periode berlaku indeks akan menyesuaikan dengan kebijakan yang berlaku. Dokumen evaluasi ini telah disahkan secara elektronik oleh pihak otoritas bursa.


