spot_img

Visi Besar Raffi Ahmad Pasca IPO: Jadikan RANS ‘Legacy’ Setara Walt Disney

STOCKWATCH.ID  (JAKARTA) –  Pendiri PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), Raffi Ahmad, akhirnya memaparkan visi besar di balik keputusan membawa perusahaannya melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bagi Raffi, pencatatan saham perdana RANS pada Jumat (10/7/2026) bukan sekadar aksi korporasi untuk menghimpun dana segar.  Langkah tersebut menjadi awal perjalanan membangun sebuah warisan bisnis atau legacy yang dapat bertahan lintas generasi.

Di hadapan investor, mitra bisnis, dan awak media di Main Hall BEI, Raffi tampak emosional saat menceritakan perjalanan RANS. Ia mengenang bagaimana perusahaan tersebut bermula pada 2016 dari sebuah garasi rumah dengan konten sederhana yang menampilkan kehidupan keluarganya bersama Nagita Slavina.

“RANS kami mulai dari tahun 2016.  Dari sebuah kantor hanya di garasi rumah, hanya mengabadikan keluarga.  Saya menyadari berkah ini karena RANS didoakan oleh masyarakat Indonesia,” kata Raffi dalam konferensi pers usai pencatatan saham perdana RANS, Jumat (10/7/2026).

Menurut Raffi, dukungan masyarakat selama bertahun-tahun menjadi salah satu faktor yang membawa RANS sampai ke pasar modal.

“Karena didoakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, RANS hari ini sudah bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Raffi.

Sebelum dikenal sebagai RANS, Raffi mendirikan perusahaannya itu dengan nama PT RNR Film Internasional. Barulah pada 7 Juli 2021, Raffi menagganti nama perusahaan menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia.

RANS mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2018. Awalnya, kantor perusahaan berada di wilayah Kemang, Jakarta Selatan. Sejak 21 Februari 2025, domisili perusahaan pindah ke RANS Office Building di kawasan BSD, Tangerang Selatan.

Dalam momen bersejarah tersebut, Raffi tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), para mitra, investor, serta keluarga besar sehingga IPO RANS berjalan sukses.

Ingin Bangun Legacy

Raffi menegaskan tujuan utamanya adalah menjadikan RANS sebagai perusahaan yang tetap hidup meski suatu saat dirinya dan Nagita sudah tidak ada di dunia ini.

“RANS saya cuma punya visi satu, yaitu RANS bisa menjadi legacy,” katanya.

Menurut Raffi, sejak menjadi perusahaan publik, RANS tidak lagi hanya milik dirinya dan Nagita.

“Mulai detik ini RANS bukan hanya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina lagi. Karena RANS sudah dimiliki oleh masyarakat,” ujar Raffi.

Listing Perdana Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS)

Ia berharap Perseroan dapat menjadi kendaraan bisnis yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Suatu hari nanti kalau saya sama Nagita sudah tidak ada lagi, RANS-nya masih tetap hidup dan menjadi manfaat untuk banyak orang,” katanya.

Jawab Kekhawatiran Soal Popularitas

Dalam sesi tanya jawab, Raffi juga merespons kekhawatiran pelaku pasar terkait ketergantungan bisnis RANS terhadap popularitas dirinya dan Nagita.

Pertanyaan tersebut muncul seiring berkembangnya fenomena cancel culture di media sosial yang dinilai dapat memengaruhi citra publik figur.

Raffi mengakui pada awalnya RANS memang identik dengan dirinya dan Nagita. Namun kini, menurut dia, bisnis RANS telah berkembang menjadi ekosistem yang lebih luas.

“Memang betul RANS itu tadinya Raffi Ahmad Nagita Slavina. Tapi sekarang RANS sudah menjelma.  Ada Cipung Land, ada FMCG, ada F&B dan yang lain-lain,” ujarnya.

Raffi mengaku menyukai tantangan dan selalu berpikir jauh ke depan.

“Saya visioner. Saya suka sesuatu hal yang jauh untuk saya pikirkan di masa depan,” katanya.

Ia kemudian mengungkapkan inspirasi besarnya dalam membangun RANS.

“Kalau boleh saya sebutkan, saya terinspirasi dengan Walt Disney,” kata Raffi.

Menurut dia, Walt Disney berhasil mengubah nama besar pendirinya menjadi sebuah perusahaan yang bertahan selama puluhan tahun melalui pengembangan intellectual property (IP).

Raffi menilai konsep serupa juga dapat diterapkan di RANS.

Ia mencontohkan karakter dan lini bisnis yang dikembangkan dari keluarga besarnya, seperti Rafathar, Rayyanza atau Cipung, hingga berbagai produk konsumen yang dapat menjadi intellectual property.

“Saya ingin membuktikan nama besar itu bisa berubah menjadi satu vehicle legacy yang kalau kita kelola dengan profesional akan menjadi baik,” ujarnya.

Tidak Bergantung pada Keluarga

Raffi menegaskan keberlanjutan RANS tidak akan bergantung pada dirinya maupun anak-anaknya.

Ia bahkan mengaku tidak akan memaksa anak-anaknya untuk meneruskan perusahaan.

“Saya juga tidak memaksa anak-anak saya mau melanjutkan atau tidak. Bisa dilanjutkan secara profesional, RANS-nya tetap ada, menjadi legacy terus dari generasi ke generasi,” katanya.

Menurut Raffi, yang terpenting adalah RANS tetap memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“RANS tetap menjadi berkah untuk banyak orang,” ujarnya.

Himpun Dana Rp429,25 Miliar

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham di BEI dengan kode saham RANS pada Jumat (10/7/2026).  Perseroan menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp170 per saham.  Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp429,25 miliar.

RANS menjadi perusahaan tercatat ke-7 di BEI sepanjang 2026.  Perseroan bergerak di bidang media dan hiburan, meliputi produksi dan distribusi konten, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan event, periklanan, taman hiburan, arena permainan hingga aktivitas holding perusahaan.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis, antara lain penyelenggaraan konser, pengembangan Cipungland, akuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia, investasi di bidang kecerdasan buatan, serta modal kerja dan pelunasan sebagian fasilitas kredit.

Listing Perdana Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS)

Pada perdagangan perdana, saham RANS langsung melesat dan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).  Kinerja tersebut mencerminkan tingginya antusiasme investor terhadap emiten yang lahir dari industri kreatif tersebut.

Perseroan juga mengungkapkan penawaran umum perdana saham mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Top Gainers Sepekan, Saham BEEF Melonjak 71,25%, COCO dan NTBK Ikut Bersinar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perjalan transaksi saham selama sepekan, periode...

Pengendali BMSR Alihkan 685,19 Juta Saham ke Cakra Semesta Indonesia, Nilai Transaksi Rp193 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Chance Stand Finance Limited, pemegang saham pengendali...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru