Akumulasi Beban, Wijaya Karya Rugi Rp526,26 Miliar di Triwulan I 2023
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) merugi Rp526,26 miliar (Rp58,11 per saham) pada triwulan I 2023. Padahal, pada periode sama tahun 2022, WIKA membukukan laba yang dapat d...
Bacakan Artikel
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) merugi Rp526,26 miliar (Rp58,11 per saham) pada triwulan I 2023. Padahal, pada periode sama tahun 2022, WIKA membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,33 miliar (Rp0,15 per saham).
Berdasarkan laporan keuangan WIKA yang disampaiklan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/5), kerugian ini disebabkan antara lain oleh oleh kenaikan beban pokok, beban usaha dan beban dari pendanaan sepanjang triwulan I 2023.
Rugi ini terjadi di tengah kenaikan pendapatan bersih WIKA sebesar 37,66%, dari Rp3,16 triliun pada triwulan I 2022 menjadi Rp4,35 triliun pada triwulan I 2023. Akan tetapi, beban pokok Perseroan melonjak hingga 43,47% menjadi Rp4,02 triliun. Akibanya, laba kotor WIKA turun 9,78%, dari Rp358,12 miliar menjadi Rp323,11 miliar pada triwulan I 2023.
Total beban usaha WIKA juga meningkat sebesar 200,44%, dari Rp78,82 miliar menjadi Rp236,81 miliar. Ini menyebabkan laba usaha WIKA merosot 69,10% menjadi Rp86,30 miliar pada triwulan I 2023, dari Rp279,30 miliar pada triwulan I 2022.
Tidak cuma itu. Beban dari pendanaan membengkak 101,34%, dari Rp283,33 miliar menjadi Rp570,45 miliar. Bagian rugi entitas asosiasi juga naik 85,37%, dari Rp7,52 miliar menjadi Rp13,94 miliar. Inilah yang menyebabkan WIKA mengalami rugi sebelum pajak sebesar Rp518,69 miliar pada triwulan I 2023. Pada periode sama tahun 2022, WIKA mencatat laba sebelum pajak Rp16,85 miliar.
Baca Juga
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah