BEI Cabut Izin Transaksi Margin PT Anugerah Sekuritas Indonesia, Ini Alasannya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut Surat Persetujuan Melakukan Transaksi Margin milik PT Anugerah Sekuritas Indonesia. Keputusan tegas otoritas bursa ini mulai berl...
Berdasarkan data profil perusahaan, PT Anugerah Sekuritas Indonesia memiliki modal dasar Rp100 miliar. Sementara itu, modal disetor perusahaan tercatat sebesar Rp56,36 miliar.
Posisi Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir perusahaan berada pada angka Rp29,94 miliar. Tren rata-rata MKBD perusahaan menunjukkan penurunan sepanjang awal tahun 2026.
Pada Januari 2026, rata-rata MKBD perusahaan masih berada di level Rp32,08 miliar. Angka ini menyusut menjadi Rp30,10 miliar pada Mei 2026.
Perusahaan efek ini berdiri sejak 9 Februari 1990. Saat ini, Nenny Sutanto menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 97,69%.
Posisi Direktur Utama ditempati oleh M. Ali Yusuf. Ia dibantu oleh Juniarty Lidia Budijanto yang menjabat sebagai Direktur. Juniarty juga memiliki porsi saham sebesar 0,89% di perusahaan tersebut.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah