Bursa Asia Kompak Melemah, IHSG Jatuh Bebas 2,14% di Bawah 7.000
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 151,641 poin atau jatuh bebas 2,14% menjadi 6.947,670 pada Rabu (05/6/2024), dari penutupan Selas...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 151,641 poin atau jatuh bebas 2,14% menjadi 6.947,670 pada Rabu (05/6/2024), dari penutupan Selasa (04/6/2024) di level 7.099,312.
Kejatuhan IHSG ini seiring ambruknya harga saham 421 dari 785 emiten yang sahamnya ditransaksikan, Rabu (05/6/2024). IHSG hari ini sempat naik ke posisi tertinggi harian di 7.118,349 dan terendah di level 6.934,943.
Emiten yang harga sahamnya ditutup turun, antara lain, saham GGRM turun 1,22% jadi Rp18.225 per unit. HMSP tertekan 1,35% jadi Rp730, UNTR turun 1,74% ke Rp22.575, UNVR turun1,92% ke Rp3.070, BBRI turun 1,12% jadi Rp4.400, dan BMRI turun 2,44% ke harga Rp6.000 per saham.
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...