Didorong Lonjakan Permintaan Listrik, Andalan Artha Primanusa Perkuat Ekspansi di Batubara dan Nikel
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) melihat peluang besar di industri pertambangan nasional. Kenaikan permintaan listrik dan percepatan hilirisasi nikel mendorong lonjakan k...
โDi industri pertambangan, yang paling menentukan bukan hanya resource, tetapi konsistensi eksekusi di lapangan,โ ujar Gahari, di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Pada awal 2026, Andalan telah mengamankan sejumlah kontrak baru di sektor batubara. Kerja sama tersebut mencakup proyek dari PT Daya Bumindo Karunia, PT Intan Bumi Persada, dan PT Arkara Prathama Energi.
Perseroan juga melakukan diversifikasi ke sektor nikel sejak Januari 2026. Langkah ini ditandai dengan perolehan kontrak pengembangan dan operasi penambangan bersama PT Position di Maluku Utara.
Selain unggul di sektor hulu, Indonesia juga memimpin industri hilirisasi dengan penguasaan sekitar 45% pangsa pengolahan nikel global. Pertumbuhan ini turut meningkatkan kebutuhan terhadap mitra kontraktor tambang strategis.
Gahari optimistis prospek industri pertambangan masih kuat. Produksi nikel global diperkirakan mencapai 5 juta metrik ton pada 2035 dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 8%.
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...