BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan Ekspor
"Realisasi pertumbuhan ekonomi atau PDB Indonesia sebesar 5,29% yoy atau 5,34% ctc atau 3,73% qtq merupakan kinerja yang baik terutama di tengah gejolak internasional dan risiko geopolitik yang masih membayangi," kata Ryan di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Ryan mengatakan konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi langsung menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Namun, kontraksi pada ekspor dan impor perlu mendapat perhatian pemerintah.
"Hanya saja, dari ekspor dan impor yang tumbuh negatif atau kontraksi, perlu menjadi perhatian pemerintah," ujarnya.
Menurut Ryan, jika neraca dagang pada bulan-bulan berikutnya masih tertekan akibat risiko geopolitik, kebijakan tarif Amerika Serikat sebesar 10%, melemahnya permintaan global, serta penurunan harga komoditas seperti batu bara, nikel, dan bauksit, pemerintah perlu mendorong ekspor produk manufaktur sebagai alternatif.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas
- BRIncubator 2026 Dimulai, BRI Perkuat UMKM Naik Kelas hingga Siap Ekspor
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...