BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan Ekspor
Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelas menengah dan kelompok berpendapatan rendah, mempertahankan efektivitas belanja pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, perlindungan sosial, serta mendorong investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Ryan juga menilai peningkatan daya saing melalui reformasi birokrasi yang lebih efisien dan ramah dunia usaha perlu terus dilakukan. Di sisi lain, kepastian regulasi juga dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan pelaku ekonomi, pasar, dan investor.
"Harapannya tentu agar target pertumbuhan ekonomi berkisar 5,3-5,6% di tahun 2026 ini โ yang berkesinambungan, berkualitas atau inklusif โ bisa tercapai sekaligus sebagai modal berharga menjelang tahun 2027," tutup Ryan.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Dukung Program 3 Juta Rumah, KPR BTN dan Danantara Sasar Kelompok Disabilitas
- BRIncubator 2026 Dimulai, BRI Perkuat UMKM Naik Kelas hingga Siap Ekspor
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...