Harga Saham Sentuh ARB, Bos MENN Bicara Soal Fundamental yang Kuat hingga Rencana Ekspansi ke ASEAN!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Saham PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) resmi tercatat dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (18/4/2023). MENN menjadi emiten ke-33 tah...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Saham PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) resmi tercatat dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (18/4/2023). MENN menjadi emiten ke-33 tahun 2023ย atau perusahaan tercatat ke 857 di BEI.
Pada saat pembukaanย perdagangan, sahamMENN langsung melemah dan terus turun hingga menyentuh auto reject bawah (ARB). Saham perusahaan yang bergerak di bidang teknologi digital penyedia solusi informasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk pengembangan transportasi dan logistic tersebut tercatat mengalami penurunan sebesar Rp7 (8,97%), menjadi Rp71 per saham dari harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp78 per saham.
Adapun volumeย perdaganganย saham MENN di pasar reguler saat itu mencapai 85,53 juta unit senilai Rp6,09 miliar. Sedangkan frekuensiย perdaganganย saham sebanyak 18,882 kali.
Menanggapi penurunan harga saham tersebut, Michael Halim Mulyanto, Direktur Utama MENN menilai hal tersebut sebagai mekanisme pasar semata. Menurutnya, secara fundamental, kondisi Perseroan cukup kuat. Sejak mulai beroperasi hingga kini, MENN tidak pernah merugi, tapi sebaliknya selalu mencetak laba.
โItu kan mekanisme pasar ya. Tapi kami yakin fundamental kita cukup kuat. Secara pembukuan, fundamental juga cukup bagus. Saya rasa pasar akan melihat itu dan correction the price,โ paparnya.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah